Nikmatnya Ujian
Ujian adalah sebuah kata yang terkadang bagi sebagian kita sangat menakutkan. Padahal ujian akan diberikan kepada semua hamba yang baik dan beriman maupun yang tidak. Allah ingin mengetahui siapakah hamba-hambaNya yang sungguh beriman kepadaNya. Melalui ujian ini Allah akan memilih hambanya yang benar-benar bertaqwa.
Makna Do’a Sebelum dan Selesai Makan
Do’a sebelum makan
Allahumma baariklanaa fimaa razaqtanaa waqinaa adzaabannaar-Bismillah
Ya Allah berkahilah apa yang telah Engkau rezeqikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa neraka – Bismillah.
Do’a selesai makan
Alhamdulillahilladzi ath’amanaa wasaqaanaa waja’alnaa minal muslimiina
Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dan minum kepada kami, dan telah menjadikan kami dari golongan orang-orang yang menyerahkan diri (Muslim)
Merasa Bersalah
Suatu saat menurut riwayat, Abdurrahman bin Umar yang sedang di Mesir tanpa dia sadari meminum sebuah minuman yang ternyata memabukkan, maka datanglah ia bersama temannya kepada pejabat setempat, yaitu Gubernur Mesir Amr bin Ash. Kata Abdurrahman “ Semalam kami terjerumus meminum minuman keras dan mabuk, maka kami mohon agar dihukum sesuai peraturan yang berlaku” (menurut Abdullah Ibn Umar, Abdurrahman mabuk tersebut karena sesungguhnya tidak tahu bahwa minuman yang diminumnya adalah minuman keras, disangkanya hanya minuman biasa).
Syukur
Jalan hidup manusia memang penuh rahasia. Banyak kejadian yang ada diluar dugaan kita. Sebagian lebih baik dari perkiraan sebagian lagi sebaliknya.
Siapapun pasti pernah mengalami susah dan senang. Tapi jika benar-benar menghitung pasti akan didapati bahwa kebaikan yang pernah diterima jauh lebih banyak daripada keburukan. Masa gembira lebih banyak daripada masa susah.
Berbahagialah atas yang dimiliki
“Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya, tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi. Tetapi Allah menurunkan rezeki dengan ukuran yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat” QS. Asy-Syuura : 27
Ingatkah kita kepada kisah Tsa’labah yang memohon do’a kepada Rasulullah SAW agar dikaruniai rezeki yang banyak? Nabi SAW bersabda : “Harta sedikit yang dapat engkau syukuri lebih baik daripada harta yang banyak yang tidak sanggup engkau syukuri”. Tsa’labah mendesak Rasulullah SAW mendoakannya. Allah SWT mengabulkan do’a Nabi. Tsa’labah menjadi kaya, dan semakin bertambah kekayaannya, namun dia makin jauh dari masjid, makin jarang bertemu dengan saudara-saudaranya kaum mukminin, dan akhirnya hartanya, jiwanya dan hidupnya dimakan oleh keterpedayaannya terhadap gemerlapnya kekayaan, ia mati dalam kehinaan.