Makna Do’a Sebelum dan Selesai Makan

November 28, 2008 at 5:16 am (Renungan)

Do’a sebelum makan

Allahumma baariklanaa fimaa razaqtanaa waqinaa adzaabannaar-Bismillah

Ya Allah berkahilah apa yang telah Engkau rezeqikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa neraka – Bismillah.

Do’a selesai makan

Alhamdulillahilladzi ath’amanaa wasaqaanaa waja’alnaa minal muslimiina

Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dan minum kepada kami, dan telah menjadikan kami dari golongan orang-orang yang menyerahkan diri (Muslim)

Makanan (juga minuman) adalah salah satu rezeki utama dari Allah yang memerlukan usaha cukup signifikan dari manusia. Selain makanan rezeki Allah yang lain yang kita nikmati tiada henti adalah udara dan cahaya. Namun untuk mendapatkan udara dan cahaya, manusia hampir tidak perlu upaya, Allah berikan dengan cuma-cuma hampir merata kepada seluruh manusia. Sehingga tidak ada do’a khusus ketika mau menghirup udara dan mendapatkan cahaya, yang ada adalah ajaran berdo’a ketika mau makan dan selesai makan. Coba kita bayangkan jika kita diwajibkan doa setiap mau menghirup udara dan menghembuskannya?

Makanan yang dalam pikiran manusia dianggap adalah hasil upayanya, sesungguhnya dalam pandangan Islam adalah karunia-Nya semata, oleh karena itu ketika kita mau memakannya sangat perlu untuk minta ijin kepada-Nya. Karena tanpa ijin-Nya pula sesungguhnya rezeki itu tidak akan pernah sampai pada diri kita. Allah berfirman, jika kita bersyukur pada-Nya, insyaAllah kita akan mendapat tambahan nikmat lagi dari-Nya pula. Maka, makna dari do’a ini pula adalah sebagai rasa syukur kita bisa mendapatkan rezeki dari-Nya dan dengan harapan bila menggunakannya sesuai dengan tuntunan-Nya akan mendatangkan manfaat yang lebih banyak dari-Nya pula. Kita bisa saja mendapatkan uang yang banyak dari kerja kita, tapi belum tentu kita bisa menikmatinya, apalagi memakannya. Sesungguhnya yang bisa kita makan sangat terbatas, orang yang mempunyai penghasilan 10 juta sebulan dengan orang yang berpenghasilan 1 juta sebulan tidaklah jauh kapasitas makanan yang bisa masuk keperutnya.

Kita juga mohon agar rezeki tersebut diberkahi Allah, karena jika tidak mendapatkan berkah-Nya, maka rezeki tersebut akan sia-sia saja bagi kehidupan kita, bahkan boleh jadi akan menjadi pengantar datangnya bencana. Oleh karena do’a sebelum makan juga mengandung permohonan agar terhindarkan dari siksa neraka, karena boleh jadi yang kita konsumsi mengandung unsur-unsur yang bisa mendorong kita berperilaku maksiat.

Do’a selesai makan lebih ditekankan kepada ucapan terimakasih kepada Allah. Mungkin kalau kita mau merenungkan, relatif jarang lupa berdo’a apabila kita ingin mengerjakan sesuatu, tetapi begitu mudah lupa ketika kita selesai mengerjakan sesuatu. Allah mengingatkan kita dalam sebuah ayat-Nya; manusia ketika tertimpa musibah dia begitu mengiba-iba kepada-Nya, namun begitu musibah itu Allah hilangkan apalagi diganti dengan anugerah, amat mudahnya manusia lupa pada-Nya, seolah-olah terlepasnya musibah dan datangnya anugerah tersebut semata-mata hasil kerjanya. Dalam memulai makan, kita sangat mudah untuk ingat berdo’a, tapi betapa seringnya kita lupa ketika selesai makan untuk berdo’a, ini yang harus jadi perhatian kita.

Dengan berterimakasih atas makanan dan minuman yang telah masuk ke tubuh kita, maka akan mendatangkan kemanfaatan-kemanfaatan yang baru di masa mendatang, tubuh kita akan menjadi lebih sehat dan hati kita akan menjadi lebih tenang, hal ini merupakan modal menuju keberhasilan hari-hari kemudian.

Terakhir kita menegaskan bahwa kita juga berterimakasih atas karunia Allah menjadikan kita bagian dari orang-orang yangmenyerahkan diri. Orang yang tubuhnya berserah diri kepada Allah, adalah yang memperhatikan apa yang diperlukan oleh tubuhnya, yaitu makanan yang sepantasnya, tidak kekurangan dan tidak berlebihan. Oleh karenanya ketika makan tersebut kita juga harus memperhatikan hal ini, jangan makan berlebihan, seperti kata Rasulullah, tidak akan makan sebelum terasa lapar, dan akan berhenti makan sebelum kenyang.

Semoga kita bisa menjadi hamba yang senantiasa ingat kepada-Nya baik di kala memulai sesuatu, maupun selesai mengerjakan sesuatu. Hamba yang senantiasa bersyukur kepada-Nya baik di kala mendapat musibah, maupun mendapat anugerah. Amiin.

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: